Lewati ke konten utama
Lanjut
Semua panduan

Contoh CV ATS, dibahas per bagian

Oleh · Diperbarui

Di bawah ini ada satu CV lengkap, yaitu contoh CV bawaan Lanjut, dalam lima dari 20 template yang ada. Klik salah satunya untuk melihat semua halamannya. Di bawahnya ada CV yang sama dalam bentuk teks biasa. Teks inilah yang dipakai sistem ATS (applicant tracking system). Kalau urutannya terbaca dengan benar, CV kamu aman.

Di halaman ini
  • Awal
  • Tebal
  • Klasik
  • Ketik
  • Tegas
  • Lihat semua 20 template
CV yang sama dalam bentuk teks biasa, dengan urutan yang dibaca sistem ATS

Kenapa contoh ini ramah ATS

Lima template di atas kelihatan beda-beda, tapi teks di bawahnya sama persis untuk semuanya, begitu juga untuk 15 template lainnya. Itu intinya. Template boleh mengubah huruf, spasi, dan aksen, tapi nggak pernah mengubah urutan isi CV kamu.

Contoh ini mengikuti lima aturan:

  • Satu kolom. Teksnya mengalir dari atas ke bawah. Layout dua kolom bisa bikin parser mencampur baris dari kedua kolom jadi satu.
  • Judul bagian yang standar. Ringkasan, Pengalaman, Pendidikan, Keahlian. Parser mencari kata-kata ini untuk memilah isi CV. Judul seperti “Perjalanan Karierku” nggak cocok dengan apa pun.
  • Teks asli. Semua tulisan bisa dipilih dan disalin. Nggak ada info penting yang disimpan di dalam gambar, grafik, atau kotak teks.
  • Satu format tanggal. Setiap entri memakai pola yang sama, misalnya “Mar 2022 – Sekarang”. Format yang campur aduk bikin urutan tanggal susah dibaca.
  • Kontak berupa teks. Nomor HP, email, dan tautan ditulis lengkap di header, bukan cuma ikon.

Header berisi nama, posisi, dan kontak: nomor HP, email, website, LinkedIn, GitHub, dan kota. Tulis posisi yang kamu lamar, bukan slogan. “Software Engineer” memudahkan perekrut mencari. “Pemecah masalah yang penuh semangat” nggak membantu.

Foto itu opsional. Di Lanjut, foto mati secara bawaan. Di Indonesia foto masih umum, tapi banyak perusahaan luar negeri lebih suka CV tanpa foto. Yang penting, foto nggak pernah mengubah teks yang dibaca parser.

Ringkasan

Dua atau tiga kalimat tentang siapa kamu dan apa keahlian utamamu. Contoh ini dibuka dengan lama pengalaman dan alat yang dikuasai:

Software engineer dengan pengalaman 8+ tahun membangun layanan web dan aplikasi yang andal untuk fintech dan SaaS.

Tulis ringkasan paling terakhir, setelah bagian lain selesai. Dengan begitu kamu bisa memilih dua atau tiga hal yang paling penting untuk posisi yang kamu incar.

Pengalaman

Setiap pekerjaan punya bagian yang sama dengan urutan yang sama: posisi, perusahaan, lokasi, tanggal, lalu daftar singkat apa yang kamu kerjakan. Mulai setiap baris dengan kata kerja, dan pakai angka kalau bisa:

Memangkas latensi API p95 sebesar 55% lewat query tuning dan caching, dari 480 ms menjadi 210 ms.

Angka memberi tahu perekrut seberapa besar hasil kerjamu. Angka juga memberi sistem ATS baris yang jelas untuk dicocokkan dengan lowongan. Cukup tiga sampai enam baris untuk pekerjaan terbaru, dan lebih sedikit untuk yang lebih lama. Lanjut mengurutkan entri berdasarkan tanggal, dari yang terbaru, jadi urutannya tetap benar saat kamu menambah pekerjaan.

Pendidikan, sertifikat, keahlian, dan bahasa

Bagian-bagian ini singkat dan berisi fakta. Pendidikan berisi nama kampus, jurusan, dan tahun. Sertifikat berisi nama dan penerbitnya. Keahlian dan bahasa berisi nama, dan kalau mau, tingkatnya seperti “Advanced” atau “Native”.

Tulis keahlian persis seperti yang tertulis di lowongan. Kalau lowongannya menyebut “PostgreSQL”, tulis “PostgreSQL”, jangan cuma “database SQL”.

Kalau kamu fresh graduate

Mungkin pengalaman kerjamu masih sedikit, atau belum ada sama sekali. Nggak apa-apa. Aturannya tetap sama, cuma bagian yang menonjol berbeda:

  • Magang untuk pengalaman magang, dengan format yang sama seperti pekerjaan.
  • Proyek untuk tugas kuliah, skripsi, atau proyek pribadi. Tulis apa yang kamu bangun dan hasilnya.
  • Organisasi untuk himpunan, UKM, atau kegiatan relawan. Satu baris dengan angka sudah cukup, misalnya “Mengembangkan klub dari 30 menjadi 120 anggota.”

Kalau keahlianmu lebih kuat daripada pengalamanmu, buka menu Urutan bagian di Lanjut dan pilih Keahlian dulu. Entri-entrimu tetap terurut berdasarkan tanggal.

Kesalahan yang dihindari contoh ini

  • Tabel untuk merapikan tanggal atau keahlian. Isi tabel sering keluar dari parser dengan urutan yang salah.
  • Tulisan di area header atau footer halaman, yang dilewati sebagian sistem.
  • Kontak yang cuma berupa ikon.
  • Judul bagian yang kreatif, padahal yang dicari judul standar.
  • PDF hasil scan. Hasil scan itu gambar, jadi nggak ada teks yang bisa dibaca sama sekali.

Cara mengecek CV kamu sendiri

Buka PDF CV kamu, pilih semua teks, lalu tempel ke aplikasi catatan biasa. Kalau hasilnya terbaca dengan urutan yang benar, dengan nama di paling atas dan setiap judul bagian diikuti isinya, parser juga bisa membacanya. Halaman utama Lanjut menjalankan pengecekan yang sama pada PDF asli, langsung di depan kamu.

Pakai contoh ini

Buka editor dan pilih contoh sebagai titik awal. Ganti isinya dengan punyamu, bagian demi bagian. Penanda kesiapan di editor menunjukkan apa yang masih kurang, dan cuma tulisanmu sendiri yang dihitung, bukan isi contoh.