Cara membuat CV ATS yang terbaca sistem
Oleh Rizki Citra · Terbit
Sistem ATS (applicant tracking system) membaca CV kamu sebelum manusia membacanya. Sistem ini mengambil teks dari file kamu, lalu memilahnya ke kolom-kolom data. Panduan ini menunjukkan cara bikin CV yang lolos tahap itu dengan utuh, dalam enam langkah.
Di halaman ini
- Cara sistem ATS membaca CV
- Langkah 1: Pakai satu kolom dan judul bagian yang standar
- Langkah 2: Tulis header sebagai teks biasa
- Langkah 3: Jelaskan setiap pekerjaan lewat apa yang kamu kerjakan
- Langkah 4: Pakai kata-kata dari lowongan
- Langkah 5: Ekspor ke PDF, dan simpan juga versi Word
- Langkah 6: Cek teksnya sebelum dikirim
- Daftar cek singkat
- Bikin CV ATS di Lanjut
Cara sistem ATS membaca CV
Banyak perusahaan yang menerima ratusan lamaran memakai ATS. Saat kamu mengunggah CV, sistem ini kurang lebih melakukan empat hal:
- Mengambil teks dari file kamu.
- Mencari judul bagian seperti Pengalaman dan Pendidikan.
- Memecah teks di bawah tiap judul jadi entri: satu pekerjaan, satu jurusan, satu sertifikat.
- Membiarkan perekrut mencari dan menyaring hasilnya, sering kali dengan kata kunci dari lowongan.
Kalau langkah 1 atau 2 meleset, sisanya ikut meleset. Posisi kamu bisa masuk ke kolom yang salah, atau satu bagian bisa hilang. Nggak ada alat yang bisa menjamin CV lolos, karena tiap perusahaan mengatur sistemnya sendiri. Yang bisa kamu kendalikan adalah file-nya: teks asli, urutan yang jelas, dan judul bagian yang dikenali sistem.
Langkah 1: Pakai satu kolom dan judul bagian yang standar
Mulai dari layout satu kolom. Teks yang berdampingan, entah dalam dua kolom atau tabel, bisa keluar dari parser sebagai satu baris yang campur aduk.
Pakai judul yang dicari sistem: Ringkasan, Pengalaman, Pendidikan, Keahlian, dan kalau ada, Sertifikat, Proyek, Organisasi, serta Bahasa. Buat judulnya singkat dan lugas.
Langkah 2: Tulis header sebagai teks biasa
Taruh nama di baris pertama, lalu posisi yang kamu incar. Di bawahnya, tulis nomor HP, email, kota, dan tautan seperti LinkedIn atau portofolio. Tulis semuanya lengkap. Ikon di samping kontak boleh saja, tapi teksnya harus tetap ada.
Nggak perlu mencantumkan alamat lengkap, tanggal lahir, atau nomor KTP. Kota saja sudah cukup.
Langkah 3: Jelaskan setiap pekerjaan lewat apa yang kamu kerjakan
Untuk setiap pekerjaan, tulis posisi, perusahaan, lokasi, dan tanggal dalam satu format, misalnya “Mar 2022 – Sekarang”. Lalu tambahkan tiga sampai enam baris singkat. Mulai setiap baris dengan kata kerja, dan pakai angka kalau bisa:
- “Memimpin migrasi sistem lama, menurunkan insiden produksi sebesar 40%.”
- “Menangani 120 permintaan pelanggan per minggu, dengan 95% dibalas di hari yang sama.”
Angka membantu perekrut melihat seberapa besar hasil kerjamu, dan bikin setiap baris cukup spesifik untuk cocok dengan pencarian.
Langkah 4: Pakai kata-kata dari lowongan
Baca lowongannya dan catat keahlian serta alat yang disebut. Kalau kamu memang punya, tulis dengan cara yang sama di CV. Kalau lowongannya menyebut “Microsoft Excel”, tulis “Microsoft Excel”, jangan cuma “spreadsheet”.
Jangan menempelkan daftar kata kunci yang nggak kamu kuasai. Perekrut tetap membaca CV kamu setelah sistem, dan setiap baris harus bisa kamu pertanggungjawabkan.
Langkah 5: Ekspor ke PDF, dan simpan juga versi Word
Kirim PDF untuk sebagian besar formulir unggah dan lewat email. PDF yang dibuat dari teks menjaga tampilan dan teksnya sekaligus. Simpan juga file Word (.docx) untuk portal atau perekrut yang memintanya. Beberapa formulir juga minta CV ditempel sebagai teks biasa, jadi salinan .txt bisa menghemat waktu.
Jangan pernah mengirim hasil scan atau foto CV yang dicetak. Hasil scan itu gambar, jadi nggak ada teks yang bisa dibaca sistem.
Langkah 6: Cek teksnya sebelum dikirim
Cuma butuh dua menit. Buka PDF CV kamu, pilih semua teks, salin, lalu tempel ke aplikasi catatan biasa. Setelah itu baca:
- Apakah nama kamu ada di baris pertama?
- Apakah setiap judul bagian muncul sebelum isinya?
- Apakah tanggal ada di samping pekerjaan yang benar?
- Ada yang hilang atau urutannya salah?
Kalau teks yang ditempel terbaca rapi, parser juga bisa membacanya. Kalau hasilnya berantakan, masalahnya ada di layout, bukan di isinya.
Daftar cek singkat
- Satu kolom, dibaca dari atas ke bawah
- Judul bagian yang standar
- Teks asli, bukan gambar atau kotak teks
- Nama, posisi, dan kontak berupa teks di header
- Satu format tanggal di seluruh CV
- Baris yang diawali kata kerja, dengan angka kalau ada
- Keahlian yang ditulis sama seperti di lowongan
- PDF untuk dikirim, dan salinan .docx kalau diminta
Bikin CV ATS di Lanjut
Lanjut dibuat dengan aturan-aturan ini, jadi kamu bisa fokus ke isinya:
- Buka editor dan mulai dari template, contoh, halaman kosong, atau CV lama kamu dalam bentuk PDF.
- Isi setiap bagian. Semua template satu kolom dengan judul bagian standar, dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
- Ikuti penanda kesiapan. Penanda ini menunjukkan apa yang masih kurang, dan cuma menghitung tulisanmu sendiri.
- Unduh dalam bentuk PDF, .docx, atau .txt.
Gratis, tanpa akun, dan CV kamu tetap di browser. Halaman utama Lanjut menunjukkan teks yang dibaca parser dari PDF asli contoh CV, jadi kamu bisa lihat langsung cara kerja pengecekan di langkah 6.